Hukum Ber-hutang Dengan Cara Riba

Di zaman yang serba sulit seperti ini… banyak orang yang serba kepepet,. akhirya mereka tabrak- tubruk kesana kemari cari utangan…, yaah mending dapat utangan dari teman yang bebas bunga…, tapi ironisnya tidak sedikit pula yang terjerat oleh rentenir… Kasihan sebenarnya … tapi gimana ya? itulah hidup ini.., penuh dengan fitnah dan jaring jaring Syaitan…, Terus apa ya hukumya (secara syar’i) berhutang di tempat yang mengandung riba/bunga ? saya coba uraikan yach… Setelah konsultasi dengan beberapa ahli ilmu, jadilah tulisan di bawah ini … silahkan simak nich… Dari Jabir bin Abdillah, beliau berkata,

Rasulullah melaknat orang yang memakan riba, orang yang mau berhutang dengan cara riba, penulis dan saksi dalam transaksi riba”. Rasulullah bersabda, “Mereka itu dosanya sama ” (HR Muslim no 4177).


Yang dimaksud dengan laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allah. Semua perbuatan yang diancam dengan laknat termasuk perbuatan yang berstatus dosa besar.

Dari Abu Juhaifah, beliau berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hasil penjualan darah, hasil penjualan anjing dan upah dari budak wanita (yang berzina). Beliau juga melaknat orang yang mentato dan yang meminta ditato, memakan riba (rentenir) dan yang menyerahkannya (nasabah) , begitu pula tukang gambar (makhluk yang memiliki ruh).” (HR. Bukhari)

Dengan sangat gamblang dalam hadits di atas Nabi menjelaskan bahwa dosa besar karena praktek riba bukan hanya ditanggung oleh orang yang memakan hasil riba bahkan orang yang tanpa terpaksa mau berhutang dengan cara riba juga mendapatkan dosa yang sama dengan yang memakan riba.
Hiiiii….. ngeri yach ternyata….
Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku…..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s